Sabtu, 22 Maret 2014

Belajar dari Copy-Paste

Pernah berfikir kah kalian tentang sebuah keinginan yang tidak sempat atau bahkan tidak akan pernah bisa tercapai?
misalnya, ketika kita terlahir dengan keadaan yang serba memiliki kekurangan, kita seolah-olah ingin sekali memiliki banyak kelebihan. bahkan tidak sedikit diantara kita yang sering mengeluh, entah itu mengeluh tentang kondisi tubuh, keadaan, lingkungan, atau pun yang lainnya.

Tahukah kalian, bahwa semua itu sudah ditentukan oleh sang Pencipta.
kita diciptakan bukan dari sebuah KEBETULAN. melainkan semuanya sudah dituliskan di lauhul mahfudz. dan tentunya, semua sudah direncanakan dan dirancang dengan sebaik-baiknya, oleh sang pencipta.
yaitu Allah SWT.

Pastinya, yang menciptakan itu lebih tahu dibandingkan dengan yang diciptakannya.
tetap berkhusnudzon kepada sang pencipta, Dia akan memberi apa yang kita Butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.
"semua akan indah pada waktunya" ^^

Ketika keinginan kita bisa dikatakan tidak tercapai, saya jadi teringat dengan istilah "Copy-Paste". istilah yang sering diucapkan oleh semua orang khususnya yang sering berurusan dengan dunia komputer.
mungkin sebagian orang menganggap Copy-Paste itu hal yang sebaiknya dihindari, karena dapat merugikan sebagian orang yang lainnya.
betapa tidak, sering kita jumpai juga beberapa kasus entah itu dilingkungan sekolah, kerja, atau bahkan tempat tinggal yang menggunakan istilah Copy-Paste dalam setiap urusan mereka.
sebut saja dilingkungan sekolah, ketika membuat sebuah laporan. pasti banyak diantara mereka yang melakukan copy paste. Dan itu merupakan sebuah kerugian bagi salah satu pihak. masih banyak lagi kasus-kasus lain yang bisa kita jumpai disekeliling kita | itu dari sisi negatifnya.

Namun kali ini, saya ingin mengambil sisi positif dari istilah Copy-Paste tersebut.
sebenarnya, jika kita mau berfikir. dalam hal negatif sekalipun kita pasti akan menemukan sisi yang positif, sekalipun sisi positif itu sangatlah kecil.
seperti dalam hal ini, "Copy-Paste".
ya.. Copy-Paste.
Coba perhatikan dengan kasus diatas, banyak orang yang mengeluh dengan kekurangan yang mereka miliki, mereka hanya ingin memiliki banyak kelebihan.
seandainya ...
seandainya saya ganteng, cantik ...
seandainya saya kaya ...
seandainya saya pintar ...
seandainya saya punya motor ...
seandainya saya punya mobil ...
seandainya saya punya pesawat ...
seandainya saya bisa keliling dunia ...
seandainya saya bisa jadi seperti mereka ...
dan, argghhh... masih banyak andai-andai yang lainnya.
betapa banyak keinginan setiap insan ini !

Intinya, kita bisa saja mewujudkan setiap keinginan kita. tentunya yang masih bisa dinalar oleh akal. seperti ketika kita ingin menjadi kaya, pintar, punya motor, mobil, pesawat, dsb.
itulah tadi, rumus nya simple. "Copy-Paste".
menyalin dan menempelkan (Copy-Paste).

Belajar dari orang-orang sekitar kita.
Ketika kita ingin menjadi kaya, lihatlah mereka orang-orang yang sangat kaya. cari tahu bagaimana mereka bisa menjadi seperti itu. dari sinilah Copy-Paste berperan.
"Copy" APA yang selama ini telah mereka lakukan, BAGAIMANA caranya, KAPAN mereka melakukannya, sehingga mereka bisa menjadi kaya.
dan "Paste" kan kepada diri kita, APA yang telah mereka lakukan, BAGAIMANA caranya, dan KAPAN mereka melakukannya.
tentunya semua cara itu, diambil dari segi positifnya. buanglah semua fikiran negatif yang ada pada diri kita.

Semua itu berproses, dan tidak akan berubah dalam sekejap seperti dalam dunia sihir :D
satu sosok yang bisa kita jadikan bahan untuk Copy-Paste, yaitu Rasulullah Saw, karena pada diri beliau terdapat suri tauladan yang baik.

Oleh karena itu, marilah kita belajar dari Copy-Paste, dimulai dari hal terkecil yang bisa kita lakukan :)
dan ingat, kita diciptakan bukan dari sebuah kebetulan, melainkan semuanya sudah dirancang dan diproses dengan sebaik-baiknya, oleh sang pencipta.

yaitu Allah SWT ^^

Kamis, 26 Desember 2013

Penantianku (Menanti Sang Bidadari)

Bidadari ?
rupanya aku tidak ada bosen-bosennya dalam menulis artikel tentang bidadari :D
untuk hal ini, aku tidak pernah bosen menggambarkan isi hatiku ini. terutama penantianku terhadap bidadariku kelak :D
siapa coba yang tidak ingin memiliki sosok itu, setiap laki-laki pasti menginginkannya.
iya kan ?
:D

hmm,
memang sih, kata itu terkadang sering muncul dibenakku (bidadari ya, not bidadara ! :D )
entah sampai kapan kata itu sedikit memudar dalam fikiranku ini.
yang pasti aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sosok itu :D
sosok yang selalu aku impikan, aku dambakan, dan aku harapkan.
bidadari yang akan menemaniku didunia, maupun diakhirat kelak (yaitu disuatu tempat yang sangat mulia, jannahNya.
dan bisa berkumpul bersama mereka para nabi, rasul, serta orang-orang yang beriman, dan semua penghuni
surga lainnya.. insyaallah ^^ )

aku akan tetap bersabar,
menanti saat itu tiba,
| "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". (Q.S. Az-Zumar : 10) |
| " ... Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". (Q.S. Al-Baqarah : 153) |

mendengar ayat itu, membangkitkan semangatku untuk terus berjuang dijalanNya,
bersabar diatas cobaan yang diberikanNya.
dan Allah tidak akan membiarkan hambanya sendiri, memberikan cobaan dibatas kemampuan hambanya.
kecuali hambanya jauh dari Allah swt. Naudzubillah ..

aku sadar, jikalau penantianku di percepat, belum tentu itu baik buat ku.
karena aku sendiri belum siap secara lahir dan bathin.
| apa-apa yang menurut kita baik, belum tentu baik dimata Allah swt. |
tapi, aku sedang dalam perjalanan menuju penantianku ini.
aku akan tetap berjuang, berbagai cara ku tempuh,
mencari ilmu sebanyak-banyaknya, belajar berlaku adil terhadap sesama, dan hal lain yang tentunya baik.
| mempersiapkan diri secara lahir dan bathin | sedia payung, sebelum hujan :D |

saya rasa, cukup disini dulu :D
next time, maybe.. saya akan coba menulis lagi apa yang bisa saya tulis, dan mencoret apa yg bisa saya coret :D
kesempurnaan hanyalah milik Allah swt, dan kekurangan tentunya datangnya dari diri pribadi dan kesalahan datangnya
dari syaitan (Nah lho ??) :D

Bidadariku, i will soon come !!
^^

Jumat, 12 April 2013

Pesanku Kepada Dia Calon Istriku


Apa kabar calon istriku?
wanita pilihan Allah untukku,
insan yang akan berjodoh dengan ku.
siapa dan dimana engkau aku tidak pernah tahu.
apakah kamu seorang wanita yang shalihah?
atau wanita yang sedang mengejar ketinggalan dan memperbaiki kesalahan di masa lalu sepertiku?
ataukah seorang wanita yang masih terlena dengan keindahan dunia?

Jika kau wanita shalihah, ku harap engkau mau menemani hari-hariku,
menegur dan mengingatkanku serta meluruskan arah jika aku salah langkah.
aku akan berusaha menjadi imam yang baik
aku sedang belajar bagaimana menjadi imam yang baik untukmu.
aku sedang belajar bagaimana menjadi suami, dan ayah yang baik untuk anak-anak kita kelak.
aku sedang belajar bagaimana menjadi menantu dan ipar yang baik untuk mertua dan saudara/i mu kelak.


Namun jika kau adalah wanita yang sedang bangkit dari kesalahan,
sudahkah hari-harimu kau isi dengan perbaikan diri?
sudahkah hari-harimu kau jaga dari godaan cinta yang silih berganti
datang menghampiri?
sudahkah khilafmu kau perbaiki?
sudahkah kelalaianmu dimasa lampau engkau sesali?
ku harap engkau adalah sosok wanita yang mau memulai memperbaiki diri,
menebus kesalahan di masa lampau dengan penyesalan dan cucuran air mata taubat,

Jangan khaawtir calon istriku, akupun bukan seorang yang suci dari dosa,
bukan ikhwan yang tinggi ilmu agamanya.
aku hanyalah ikhwan biasa yang sedang menebus kesalahan di masa lampau
dengan perbaikan dan cucuran air mata penyesalan.
jika kau mampu menjaga hati, maafkan aku yang sempat mencoba
mencari sosokmu dari mereka yang telah menjadi mantanku.
ku harap engkau mau memaafkan khilafku.
aku menyesal dengan segala khilafku dulu, dan aku telah berjanji menjaga
kesucian cinta ini hanya ku persembahkan untukmu nanti.
maafkan aku calon istriku, meskipun ragaku tak termiliki, namun hati dan cintaku
pernah menjadi milik mereka.
atau jika ternyata engkau sama sepertiku yang pernah melabuhkan hatimu
kepada laki-laki sebelum aku, aku sangat memaklumi dan mengerti khilafmu, karena aku
pun juga begitu.

Namun, jika kau adalah wanita yang masih terlena dengan kenikmatan dunia,
ku harap engkau segera bangkit dan tenggelam dalam linangan air mata, atas
dosa yang pernah kita banggakan.
tiada manusia yang luput dari salah dan khilaf bukan?
dan sebaik-baik dari kita adalah yang mau bertaubat, mau memperbaiki diri,
mau menyesali kesalahan yang kita perbuat dan berjanji untuk tidak mengulanginya
Allah al-ghofur.. Allah maha pengampun.

Ku isi hariku kini dengan perbaikan diri,
aku akan belajar semua kewajibanku padamu, agar kehadiranku di dalam
hidupmu bisa membawa warna kebahagiaan baru.
ku tak resahkan kedatanganmu karena akupun belum siap menerima kehadiranmu.
ku jaga hati dan jiwa ini hanya untuk engkau yang nantinya Allah halalkan dengan pernikahan suci.
Doakan agar aku istiqomah di penantian ini.
ku nanti engkau disini, dengan cinta Allah yang setia menemani,
aku kan setia menantimu, hingga saatnya tiba kau datang kepadaku.
ku sampaikan semua rinduku kepada Allah yang maha tahu.
karena hanya Dia yang tahu dimana keberadaanmu, dan hanya Dia yang mampu
menyampaikan segala rinduku padamu.

Karena aku inginkan Allah yang bertahta,
ku jaga hatiku dari cinta sebelum akad nikah tiba.
ku ingin menerimamu, bukan semata-mata karena cintaku padamu, tapi ku ingin
menerimamu untuk meraih Cinta dan Keridhaan-Nya, aamiin.
"pilihan allah tak selalu indah inginmu, namun itulah pilihannya"

Pilihannya pasti yang terbaik untuk kita, mungkin kebaikan itu tidak terletak pada
orang yang kita pilih, tetapi jalan yang kita pilih, atau mungkin kebaikan
itu terletak pada kesabaran dan keikhlasan kita menerima segala ketentuan-Nya.

*Original Source : http://nowilkirin.blogspot.com/2013/04/pesanku-kepada-dia-pasangan-hatiku.html

Kamis, 10 Januari 2013

Bidadariku


Bidadariku,
aku rindu akan sosokmu yang akan menjadi belahan jiwaku kelak.
sosok yang selama ini aku cari, aku dambakan, dan aku harapkan.
sosok yang selalu dekat dengan Mu ya Allah.
yang selalu taat kepada-Mu, menjalankan perintah-Mu dan menjauhi segala larangan-Mu
sosok yang mampu menjaga kesuciannya, mampu menjaga dirinya dari perbuatan maksiat (zina),
menjaga pandangannya, menjaga lisan dan hatinya, serta menjaga mahkota dan auratnya.

Bidadariku,
sesungguhnya aku malu akan diriku sendiri.
aku terlalu berharap lebih dari dirimu,
dan terlalu menginginkanmu.
sesekali aku sering bertanya dalam hati,
"masih adakah wanita sepertimu ?
dan akankah aku bisa mendapatkan wanita yang cantik dan shalehah sepertimu ?
sedangkan keadaanku seperti ini jauh dari yang diharapkan.
ataukah ini hanyalah sebuah angan-anganku saja ?",
semua pertanyaan itu sering muncul dalam fikiranku.

Bidadariku,
tak ada perhiasan yang paling indah dan berharga didunia ini,
kecuali wanita yang shalehah.
walaupun kini ku lihat disekelilingku, sudah jarang terlihat wanita-wanita seperti itu.
tetapi aku yakin, diluar sana masih banyak ribuan, jutaan, bahkan milyaran wanita-wanita shalehah.

Bidadariku,
aku tahu, untuk mendapatkan wanita yang shalehah aku pun harus menjadi laki-laki yang shaleh pula.
karena pendamping hidup kita, merupakan cerminan dari diri kita sendiri.
Allah pun sudah menjanjikan kepada setiap umatnya,
bahwa wanita-wanita yang shalehah, untuk laki-laki yang shaleh.
begitupun sebaliknya.
namun, aku pasrah dan ku serahkan semuanya kepada-Mu.
bagaimanapun keadaan pendampingku kelak,
selama dia menjalankan perintah-Mu,
menjauhi segala larangan-Mu,
mengingatkanku ketika aku salah,
serta bisa membimbingku kejalan yang Engkau ridhoi,
insyaAllah aku akan menerimanya dengan ikhlas.
karena semua itu merupakan yang terbaik yang Engkau berikan untuk ku.
sesungguhnya rezeki, jodoh, dan kematian itu sudah ditetapkan oleh-Mu.

Bidadariku,
disetiap hembusan nafasku,
terselip doa yang kupanjatkan.
agar aku bisa bertemu denganmu dan kelak bisa menjadi pendamping hidupmu.

Bidadariku,
aku ingin bertemu denganmu karena Allah, menjagamu karena Allah, mencintai dan menyayangimu karena Allah.
akan ku jaga hati dan perasaanku hanya untukmu.
walaupun saat ini dirimu hanya ada dibenakku,
walaupun saat ini dirimu hanyalah sebuah bayang-bayang,
walaupun saat ini dirimu hanyalah sebuah khayalan,
walaupun saat ini aku belum bertemu denganmu,
belum kenal akan dirimu, belum tahu siapa dirimu serta belum tahu keberadaanmu entah dimana.
tetapi aku yakin, suatu saat nanti Allah swt akan mempertemukan aku dengan bidadariku.
bidadari yang selama ini aku dambakan.
seandainya Allah SWT tidak mempertemukan kita didunia ini, aku berharap Allah SWT akan mempertemukan kita di akhirat nanti.

Bidadariku,
aku akan menunggumu
menunggu kedatanganmu
kan kujaga cinta dan sayangku
semua itu hanya akan ku berikan untukmu
dan untuk Allah SWT, sang maha pencipta langit dan bumi beserta isinya.